Selasa, 29 Maret 2011

Workshop Komputer Sehari

Sahabat-sahabat Informatika yang Luar Biasa... 
jangan lewatkan KESEMPATAN EMAS untuk bisa belajar tentang Komputer yang diAjar langsung oleh TRAINER BERPENGALAMAN !!!

DAFTARKAN diri kawan segera di Nomor yang tercantum pada brosur di samping !!!

ingat,,,, waktu PELAKSANAAN,, InsyaAllah pada Hari sabtu 2 april jam 08.30-18.00 dan Minggu 3 april jam 08.30-18.00 ...

Senin, 28 Maret 2011

Ilmuwan Ciptakan Processor dari Plastik


Apa jadinya jika prosesor yang selama ini dibuat dengan silikon, diubah dari bahan-bahan barang yang tak terpakai? Sekelompok ilmuwan di Eropa telah menggunakan 4.000 plastik, atau organik, transistor untuk membuat mikroprosesor dari plastik.

Chip berukuran dua sentimeter dan dibangun di atas foil plastik fleksibel dan sedang, yang disebut-sebut sebagai alternatif untuk silikon. Menurut Jan Genoe di pusat nanoteknologi IMEC di Leuven, Belgia ini bisa menjadi chip murah, ramah lingkungan dan fleksibel.

Dari hasil uji coba menunjukkan bahwa chip baru ini belum mempunyai kekuatan seperti superkompeter dan prosesor pada umumnya. Chip hanya dapat menjalankan satu program sederhana dari 16 instruksi. Ini harus hardcoded menjadi foil kedua terukir dengan sirkuit plastik yang dapat dihubungkan ke prosesor.

Prosesor Ini berjalan di kekuataan 6Hz dan hanya dapat memproses informasi dalam potongan delapan-bit paling banyak. Hal ini sedikit lebih lambat dibandingkan dengan PC pada era 1980-an, atau memang tidak terlalu cukup cepat.

Namun, chip sangat tipis sehingga komponen dapat dicetak ke atasnya seperti tinta. Bekerja lebih banyak dibutuhkan untuk membuat transistor organik untuk ukuran kecil juga. Tetapi jika tim mengelolanya, akan mungkin untuk memiliki sensor gas organik membungkus pipa gas untuk melaporkan setiap kebocoran dengan mikroprosesor yang fleksibel untuk membersihkan sinyal bising.

Bukan tidak mungkin di masa depan, prosesor berbahan dasar plastik akan dapat menjadi pilihan pengganti silikon. Ini tentu saja akan ramah lingkungan dan murah, tentu saja. Sumber: http://www.ketok.com/ (Okezone/TechEye)                  

Minggu, 20 Maret 2011

Komputer IBM Berhasil Kalahkan Otak Manusia


Di sebuah restoran di New York, suatu siang pada 2004. Manager riset IBM, Charles Lickel, yang sedang makan siang dengan koleganya di sana, heran bukan kepalang karena tiba-tiba restoran itu sunyi senyap.

Setelah tanya sana-sini, mafhumlah Lickel bahwa biang keladi itu semua adalah Ken Jennings. Para tamu rupanya sedang menonton kepiawaian ilmuwan komputer asal Washington itu di sebuah kuis bernama Jeopardy! .

Jeopardy! adalah kuis televisi, yang para pesertanya mesti mengartikan apa yang tersirat, berbagai ironi, teka-teki, dan petunjuk-petunjuk rumit lainnya. Jennings rupanya berhasil memenangi 74 game pada kurun 2004-2005 dan mengantongi hadiah senilai US$ 2,5 juta.

Eureka! Di benak Lickel langsung muncul ide brilian. IBM, menurut dia, mesti menciptakan mesin komputer yang mampu mengalahkan otak Jennings setelah kesuksesan Deep Blue, komputer IBM lain, mengalahkan Gary Kasparov dalam sebuah pertandingan catur pada 1997.

Pada Februari lalu, tepatnya tanggal 14-16, IBM berhasil mengadu sistem komputer buatannya, yang bernama Watson, dengan Jennings dan Brad Rutter, jawara Jeopardy! lainnya. Hasilnya, komputer IBM menang.

Watson adalah sistem komputer spesialisasi tanya-jawab. Mesin ini berbasis server IBM Power7 dan peranti lunak tanya-jawab IBM DeepQA. Piranti lunak ini diciptakan untuk mampu menganalisis bahasa yang rumit, memberikan jawaban yang tepat atas petunjuk, seperti di Jeopardy!. Semuanya dilakukan secara bersamaan, dalam kecepatan tinggi, dan menganalisis informasi secara real time.

Adapun mesinnya terdiri atas 90 server IBM Power 750 termasuk tambahan input/output, jaringan, dan node pengontrol cluster dalam 10 rak. Total core atau intinya adalah 2.880, dan RAM-nya mencapai 16 Terabita.

Tiap server memakai delapan core prosesor dengan kecepatan 3,4 GHz dan empat thread untuk tiap core-nya. Proses kerjanya dilakukan secara paralel, yang cocok untuk DeepQA.

Peranti-peranti lunak Watson dikerjakan dengan bahasa Java dan C++ serta memakai sistem pendistribusi file Apache Hadoop, framework Apache UIMA (Unstructured Information Management Architecture), serta sistem operasi SUSE Linux Enterprise Server 11.

Watson mampu memproses data sebesar 500 Gigabita per detik. Ini setara dengan Anda membaca sejuta buku dalam satu detik.

Keberhasilan Watson, yang diambil dari nama pendiri IBM, Thomas J. Watson, tak tercipta dalam waktu singkat. Pada 2005, Paul Horn, eksekutif di Badan Riset IBM, menyambut baik ide Lickel. Namun ide itu tak ubahnya seperti tantangan.

Tantangan itu jauh lebih rumit ketimbang permainan catur yang tak membutuhkan kata-kata. Sedangkan Jeopardy! adalah justru permainan kata-kata dan ide. Horn kemudian dibantu David Ferrucci, Manager Senior di departemen Semantic Analysis and Integration IBM, untuk mewujudkan mesin itu.

Sebelum Watson, lahir Piquant. Namun komputer ini hanya berhasil menjawab 35 persen kata kunci dan sering membutuhkan beberapa menit untuk merespons. Padahal, untuk menang di Jeopardy!, peserta harus merespons dalam beberapa detik saja.

Watson kemudian lahir. Dalam sebuah tes pada 2006, ia hanya mampu menjawab 500 kata kunci dari beberapa episode Jeopardy! sebelumnya. Tim Ferrucci, yang dibantu 15 orang lainnya, kemudian diberi waktu 4-5 tahun untuk mencoba memecahkan persoalan itu. Pada Februari 2010, mesin Watson anyar akhirnya sudah mampu unjuk gigi di Jeopardy!.

Pertarungan sebenarnya terjadi setahun kemudian. Melawan dua jawara Jeopardy! sekaligus, Watson membuktikan kepiawaiannya mengalahkan kompleksitas otak manusia.

Untuk sampai ke puncak, Watson harus menjalani latih tanding sebanyak 50 kali melawan para jawara Jeopardy!. Anda tahu, Watson juga menjalani tes awal untuk menjadi calon peserta, seperti kontestan yang lain.

“Tim kami sangat termotivasi oleh kemungkinan-kemungkinan yang dapat diwujudkan oleh kemampuan komputasi Watson yang tiada tara ini untuk membangun planet yang lebih pintar dan membantu umat manusia menyelesaikan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Ferrucci. (tempo)

Peneliti UI Ciptakan Charger Ponsel Nirkabel


Peneliti UI Ciptakan Charger Ponsel Nirkabel-Peneliti dari Universitas Indonesia belum lama ini berhasil menemukan cara baru dalam melakukan transfer energi listrik melalui media nirkabel (tanpa kabel). Salah satu aplikasi dari teknologi transfer energi listrik nirkabel ini nantinya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel melalui udara alias tanpa melalui kabel.
"Penelitian ini telah kami laksanakan sejak tahun 2009 hingga sekarang," ujar Dr Ing Eko Adhi Setiawan, dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia melalui surat elektronik, kepada VIVAnews.com, akhir pekan lalu.
Selama ini, vendor ponsel asal Amerika Serikat Palm telah mengaplikasikan prinsip serupa pada produk ponsel pintar mereka, Palm Pre.
Baterai ponsel pintar ini bisa diisi dengan hanya menaruh ponsel ini dengan sebuah dok pengecas tanpa kabel bernama TouchStone.
Namun, penelitian Eko dan timnya telah berhasil mengaplikasikan pengisian baterai ponsel melalui berbagai media tanpa kabel, seperti melalui udara, air, bahkan dinding beton hingga jarak 60 cm.
Sebelumnya, untuk pembuktian konsep ini, Eko sempat membuat alat transfer listrik yang bisa menembus air dan beton.



Alat ini sendiri secara garis besar terdiri dari empat komponen, yakni rangkaian pemancar listrik, antena pemancar (transmitter), antena penerima (receiver), dan rangkaian penerima, yang dipasangi dengan lampu pijar.
Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa melukai ikan. Padahal, seperti diketahui, air adalah salah satu konduktor. Dan secara teoritis, arus yang mengalir pada antena pemancar itu sudah cukup untuk menyetrum ikan-ikan di akuarium hingga mati. Namun, hal ini tidak terjadi.
Metode transfer listrik ini sendiri menggunakan prinsip resonansi frekuensi elektromagnetik. Eko menganalogikan sebuah garpu tala yang bila dibunyikan bakal membuat garpu tala lain dalam jarak tertentu turut berbunyi.

Fenomena resonansi frekuensi serupa ini, kata Eko, juga terjadi saat sebuah antena pemancar (transmitter) dialiri arus listrik. Antena itu akan menghasilkan medan magnet pada frekuensi tertentu dan membuat antena penerima mengalami medan magnet yang sama, sehingga bisa menghasilkan arus listrik di sisi penerima.

Prinsip ini, kata Eko, tak hanya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel secara nirkabel, melainkan juga bisa diaplikasikan untuk transfer listrik untuk semua peralatan elektronik berdaya kecil, meliputi radio, televisi, lampu, laptop, pemutar musik, dan gadget-gadget lain.


Oleh karenanya, ke depan, Eko menjelaskan, ia tengah mengembangkan alat ini untuk bisa diaplikasikan pada ponsel atau laptop, sehingga pengguna ponsel dan laptop itu bisa mengisi baterai gadgetnya di hotspot-hotspot tertentu yang ditenagai oleh sel surya, yang berfungsi menyuplai listrik secara nirkabel hingga radius 2 meter.
Maka, di sekitar hotspot ini, orang-orang bisa mengisi baterai ponsel sambil menelepon, atau mengerjakan tugas di laptopnya berjam-jam tanpa perlu takut tak kebagian colokan listrik. "Dengan alat ini, keberadaan kabel tidak lagi dibutuhkan," kata Eko.
Hingga kini, Eko dan timnya melakukan penelitian ini secara mandiri, tanpa bantuan dari lembaga manapun. Namun Eko yakin, teknologi ini sangat potensial memberi manfaat yang sangat besar, karena aman, praktis dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan elektronik.(vivanews)

Sumber: http://niponk.blogspot.com/2011/03/peneliti-ui-ciptakan-charger-ponsel.html#ixzz1H9MksIDt

Selasa, 01 Maret 2011

LED (Light Emiting Diode)


Siapa yang tidak tahu tentang lampu LED (Light Emiting Diode)? Bermacam bentuk dan warna dapat kita jumpai lampu kecil ini. Dari yang menyala redup sampai yang terang dan banyak digunakan dalam berbagai produk lampu senter. Penggunaan arus yang kecil menyebabkan lampu ini efektif dalam penghematan battery.

Perlu diketahui bahwa LED membutuhkan arus yang terbatas, tidak bisa sembarang pasang. Misalnya mencoba menyalakan led dengan menggunakan aki mobil yang 12 volt secara langsung, pasti akan terbakar. Lalu bagaimana caranya agar tidak mudah terbakar? Menambahkan sebuah resistor yang sederhana adalah cara termudah untuk membatasi arus. Agar LED dapat digunakan dengan baik, menentukan nilai tegangan dan arus yang diinginkan mutlak sangat diperlukan.

Yang harus dipahami pertama kali adalah bahwa LED adalah sebuah dioda, yang berarti ada polarisasinya dimana arus mengalir dari Anoda (kutub positif) ke Katoda (kutub negatif). Biasanya kutub positip bisa dilihat dari kawat yang panjang, sedangkan yang pendek adalah kutub negatip.

Perbedaan potensial antara warna LED

Infra merah 1,6 Volt
Merah 1,8 Volt – 2,1 Volt
Orange 2,2 Volt
Kuning 4,4 Volt
Hijau 2,6 Volt
Biru 3,0 Volt – 3,5 Volt
Putih 3,0 Volt – 3,5 Volt
Ungu 3,5 Volt

LED dapat dioperasikan di hampir semua tegangan sepanjang mereka digunakan dengan resistor pembatas yang tepat. Kebanyakan LED membutuhkan tegangan bias maju sekitar 2 Volt dan mengkonsumsi arus sekitar 20mA. Menggunakan LED pada tegangan di atas 3 Volt tanpa resistor yang tepat akan menyebabkan LED mudah terbakar.

Jika Anda tidak tahu spesifikasi yang tepat untuk LED yang Anda gunakan, anda bisa menggunakan tegangan 2 Volt @ 20 mA atau sebuah battery 1,5 Volt sebagai titik awal untuk menghitung resistor yang dibutuhkan. LED dengan kecerahan yang lebih tinggi memerlukan tegangan dan arus yang lebih tinggi pula.

Bagimana jika kita akan merangkai beberapa buah LED, anda bisa merangkai LED secara seri dengan sebuah resitor untuk keseluruhan rangkaian. Menjumlahkan tegangan dari semua LED dalam rangkaian. Seharusnya tidak melebihi 80 persen dari tegangan suplai. Penghitungan resistansi tegangan mutlak diperlukan.





Sebagai contoh :

(Tegangan acuan - Tegangan drop) / Amps = Ohms

  • Tegangan acuan= 12 Volt
  • Tegangan Drop = 9.3 Volt (3.1 volt untuk LED warna biru)
  • Arus = 20 milliAmps
Jadi resistor yang dibutuhkan adalah :
 
(12 - 9.3) / (20 / 1000) = 135 ohms

LDR Sebagai Sensor



Light Dependent Resistor ( LDR )Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian.